Mar
03
2009

Those who bark the loudest, are those who at fault.

No Gravatar Sou jarou~

Sebelum Anda menyalahkan orang lain, periksa dahulu diri Anda. Besar kemungkinan kesalahannya bukan pada orang lain, tapi pada diri Anda sendiri.

Pernahkah Anda ingin memarahi seseorang karena Anda menganggap orang tersebut melakukan hal yang Anda anggap salah? Atau mengecewakan Anda?
Atau mungkin, Anda sudah (sering) melakukannya?

Jika ya (dan kemungkinan besar adalah ‘ya’), maka sebaiknya Anda mulai untuk melakukan self assesment atau sedikit merefleksikan diri Anda sendiri.

Kenapa?
Karena besar kemungkinan, sebenarnya pokok permasalahannya terletak pada diri Anda sendiri!

Seperti tulisan penulis sebelumnya, kita hidup dalam berbagai batasan. Dan kita seringkali menabrak batasan orang lain, sadar ataupun tidak. Hal ini seringkali menimbulkan berbagai permasalahan sehari-hari. Dan seperti pada tulisan sebelumnya tersebut, kita harus pandai-pandai menempatkan diri agar posisi kita tidak melanggar batas-batas yang ada.

Namun kadang (sering?), kita mendapati orang yang (mungkin) melanggar batasan yang kita pasang….
Dan memang sudah sewajarnya, kita marah.

Namun, pernahkah Anda berpikir bahwa tidak semua orang melakukannya karena dia memang ingin melanggar batasan milik Anda?
Jawaban dari pertanyaan ini sepertinya sangat bisa ditebak.
(Hampir) semua akan menjawab, tidak!

Kenapa?

Karena (kebanyakan dari) kita menganggap orang lain telah mengetahui apa yang telah kita bataskan!
Namun sebenarnya, tidak semuanya dan tidak selalu anggapan kita adalah benar!
Kita hanyalah sosok-sosok yang memiliki kelemahan, entah di satu bidang, ataupun bidang yang lain.

Dan salah satu kelemahan kita adalah, kita seringkali memfokuskan diri pada batasan milik kita, namun kita lupa untuk memperhatikan batasan milik orang lain.
Saat hal ini terjadi, kita akan menganggap bahwa kita adalah yang paling benar, dan orang lain adalah salah. Apapun situasinya.

Padahal, sebenarnya, kitalah yang lebih dulu melanggar batasan yang dipasang oleh orang lain, dan, walaupun orang lain tersebut telah memberikan berbagai sinyal kepada kita. Kita lebih memilih untuk tetap melakukan apa yang kita inginkan, tanpa memperdulikan bagaimana keadaan orang lain tersebut.
Sehingga, orang lain tersebut memilih untuk ‘membalas’ kita dengan melanggar batasan milik kita.

Namun, sekali lagi, karena kita telah merasa paling benar, dan cuek akan keadaan sekeliling…
Kita akan menganggap bahwa orang lain itulah yang salah, dan kita memarahi orang tersebut.
Suatu hal yang seharusnya tidak terjadi… jika kita peka.

Memang, ada kalanya, hal tersebut tidak berlaku.
Dan memang yang melakukan kesalahan bukanlah kita, namun orang lain tersebut.
Jika ini yang terjadi, adalah wajar untuk melakukan hal yang seharusnya.

Lalu, bagaimana cara membedakannya?
Apakah karena kita sendiri, atau sebaliknya?
Sebenarnya caranya cukup sederhana.
Jadilah orang yang peka akan keadaan!

Misalnya….
Jika ada batas waktu, maka jangan melewatinya.
Jika orang lain melebihi batas waktu kita, ingatkan.
Dengan kata lain, saling mengingatkan dan saling menghormati!

Bagaimana caranya?
Komunikasi!
Dalam hal ini, komunikasi yang baik tentunya.
Dengarkan dan olah apa yang diutarakan lawan bicara kita.
Jangan hanya mau bicara, tapi tidak memperdulikan keadaan dan pendapat lawan bicara kita.
Singkatnya, jangan cuek terhadap lingkungan atau keadaan!

Jika kita mau melakukan hal ini, maka setidaknya, kita tidak akan mengalami kesusahan dalam kegiatan sehari-hari. Dan kita akan lebih nyaman dalam beraktifitas.

Oleh karenanya, cobalah untuk meningkatkan kepekaan kita terhadap kondisi sekitar kita.
Dan jangan menjadi orang yang ‘Tidak tahu batas‘ dan ‘Cuek Bebek’ serta ‘Muka Beton‘.

Oh, dan, jangan menjadi angin lalu.
Sekarang peka karena ada tujuan, namun setelah tujuan tercapai, kembali ke keadaan semula.

It’s useless then.

Gokigenyou~

Popularity: 32% [?]

Written by Shin in: Words |

No Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

Theme: TheBuckmaker.com Themes for WordPress Blogs | AOIndonesia

QRcode:home